Liburan

Misteri Pulau Tidung: Sejarah Tersembunyi yang Wajib Diketahui Wisatawan

Misteri Pulau Tidung Sejarah Tersembunyi Yang Wajib Diketahui Wisatawan

Siapa bilang berlayar dari satu pulau ke pulau lain serta menikmati hamparan pasir putih dan bermain bersama ikan membutuhkan biaya yang tinggi? Jika Anda berpikir demikian, pasti belum mengetahui tentang salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Tak perlu jauh-jauh ke Bali Lombok atau Wakatobi Anda cukup mengunjungi tempat wisata yang ada di Jakarta saja.

Misteri Pulau Tidung Sejarah Tersembunyi Yang Wajib Diketahui Wisatawan

Ya, seperti yang telah banyak diketahui, bahwa Kepulauan Seribu adalah salah satu kabupaten yang masuk dalam daerah administratif DKI Jakarta. Pulau ini terkenal sebagai zona konservasi lewat tnks atau Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu yang mempunyai wilayah yang terdiri atas pulau-pulau.

Diantara nama-nama pulau itu ada salah satu yang yang sangat menarik perhatian. Ya, benar sekali, Pulau Tidung.

Pulau ini cukup terkenal dengan panorama yang eksotis serta telah lama diberdayakan sebagai destinasi ekowisata. Nah, sebelum Anda mengunjungi Pulau ini, ada baiknya untuk menilik sejarahnya terlebih dahulu. Dengan begitu, maka Anda akan semakin semangat untuk siap-siap ke pulau eksotis ini.

Asal-Usul Nama dan Sejarah Pulau Tidung

Menurut riwayat yang dituturkan oleh masyarakat setempat, nama pulau Tidung terkait dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika menghadapi kolonial Belanda. Nama pulau ini berasal dari nama seorang raja suku Tidung di Malinau Kalimantan Timur.

Suku Tidung dipercaya eksis di sekitar tahun 1076 hingga 1156 Masehi. Pada tahun 1557, Kerajaan Tidung yang dikenal dengan “Kerajaan Tidung Kuna” didatangi oleh tentara-tentara Belanda. Meskipun kedatangan dari para penjajah mendapatkan perlawanan yang keras dari masyarakat, namun, pada akhirnya Belanda tetap menang karena lebih unggul dari sisi persenjataan.

Setelah seluruh wilayah dapat dikuasai, Belanda pun mengepung kerajaan Tidung serta menangkap Raja Pandita. Selanjutnya Raja Pandita diasingkan ke pulau terpencil yang ada di sebelah utara Kota Jepara. Di Pulau ini, Raja Pandita melarikan diri sampai terdampar pada sebuah pulau yang tidak bernama pada gugusan perairan Pulau Seribu.

Di Pulau ini, Raja Pandita tidak menunjukkan siapa dirinya yang sejati. Beliau lebih senang dipanggil dengan sebutan Kaca. Dikarenakan sifatnya yang baik dan ringan tangan, senang berbagi ilmu, serta suka menolong, maka, Kaca menjadi sosok yang disegani masyarakat di Pulau Tidung.

Sampai akhir hayat, tidak ada masyarakat yang mengetahui bahwa Kaca merupakan seorang raja. Hingga akhirnya, keluarga Kerajaan Tidung berkelana mencari keberadaan Raja Pandita di pulau tersebut. Mendapati sang raja telah tiada, maka, masyarakat setempat memberi penghormatan Raja Suku Tidung itu dengan menyematkan namanya pada pulau tersebut. Akhirnya, pulau tak bernama ini disebut sebagai Pulau Tidung.

Saat ini, makam raja Pandita masih terjaga dan terawat keberadaannya. Bahkan tak jarang makam dari Raja Pandita dikunjungi oleh para wisatawan dari luar pulau. Sebab, di sekitar lokasi masih tersimpan sisa-sisa peninggalan seperti kendi, pedang, keris, serta peralatan ibadah.

Nah, setelah tahu tentang sejarah Pulau Tidung ini, pastinya Anda menjadi lebih excited untuk segera mengunjunginya, kan?