Makanan

7 Makanan Ramadhan Tradisional Dari Seluruh Dunia

7 Makanan Ramadhan Tradisional Dari Seluruh Dunia

Ramadhan adalah waktu untuk berkaca diri, menenangkan hati dan pikiran dari semua hal yang mengganggu, dan fokus pada beberapa prinsip utama agama Islam. Namun, setiap tahun Anda juga kebingungan dengan menu seperti apa yang bisa dicoba untuk Ramadan kali ini.

7 Makanan Ramadhan Tradisional Dari Seluruh Dunia

Artikel ini bukan berisi tentang cara untuk menahan keinginan untuk makan selama bulan ramadhan, tapi artikel ini akan memberikan ide-ide masakan dari seluruh dunia yang bisa Anda coba sebagai menu berbuka.

  1. Sup Harira

Makanan yang satu ini dapat dimakan kapan pun sepanjang tahun. Tetapi, Anda hanya akan menemukan menu ini di bulan Ramadhan saja jika Anda berkunjung ke Maroko. Masakan ini memiliki manfaat kesehatan yang disajikan dengan bahan-bahan seperti kacang dan lentil, dipadukan dengan sup tomat yang lezat.

  1. Erk Soos

Minuman ini adalah bagian dari tradisi Ramadhan di Timur Tengah, tetapi lebih umum ditemukan di negara-negara seperti Lebanon dan Suriah. Minuman ini juga dapat ditemukan di Turki dengan sedikit tambahan jus delima sebagai variasinya.

Namun versi ini terbuat dari akar likoris, dan disajikan pada saat berbuka puasa untuk memuaskan dahaga setelah seharian menjalani puasa yang panjang di bawah panas matahari Arab. Minuman ini terasa agak pahit, tetapi penduduk setempat dan turis sama-sama menyukai cara penyajiannya, dan minuman ini mampu memuaskan dahaga.

  1. Pap dan Akara

Pap dan Akara dapat dimakan sepanjang tahun di Nigeria, tetapi selama bulan Ramadhan, orang Nigeria suka makan menu  ini untuk sarapan.

Akara adalah sejenis kue kacang goreng. Kue ini mengandung protein yang kemungkinan akan mempertahankan tingkat energi Anda sepanjang hari puasa. Menu ini bagus sebagai pilihan para vegan. Akara juga paling umum disajikan bersama jagung atau pap, yang bisa bertahan hingga 8 minggu di lemari es! Anda dapat mempersiapkannya di awal ramadhan dan Anda dapat menikmatinya sepanjang Ramadhan!

  1. Haleem Stew

Makanan ini dinikmati di seluruh belahan dunia selama Ramadhan. Orang-orang dari semua negara di Timur Tengah, Asia Selatan dan Asia Tenggara menikmati Haleem Stew. Diperlukan sekitar 8 jam untuk memasaknya, dan biasanya Haleem Stew dimakan dengan nasi atau naan saat makan malam.

Haleem Stew terbuat dari gandum, barley dan lentil. Untuk toppingnya sendiri berbeda-beda di setiap wilayah. Beberapa topping ini juga menggunakan daging sebagai variasi.

  1. Kolak

Dari Indonesia, kita memiliki Kolak! Makanan ini adalah makanan pencuci mulut yang terbuat dari gula kelapa, santan, dan daun pandan. Pisang, ubi, nangka, singkong atau labu dapat ditambahkan sebagai campuran isiannya.

Menu ini adalah sajian tradisional Ramadhan dan seringkali dijadikan menu berbuka puasa sebagai pengganti kurma dan susu untuk memberi Anda energi setelah puasa seharian.

  1. Piyaji

Sebagai makanan pokok di Bangladesh, Piyaji adalah gabungan lentil dan bawang yang dibumbui, kemudian digoreng menjadi potongan-potongan kecil. Makanan tradisional ini dapat ditemukan di jalanan kota Bangladesh selama Ramadhan. Banyak yang membelinya dalam perjalanan pulang kerja untuk berbuka puasa!

  1. Kue Lapis

Makanan berwarna pelangi ini dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara, khususnya di Singapura. Walau biasanya dapat dinikmati sepanjang tahun, tetapi selama bulan Ramadhan, kue lapis ini lebih sering hadir di meja makan.

Kue Lapis adalah kue kukus dengan berbagai lapisan penuh warna. Kue ini terbuat dari tepung beras, santan dan banyak pewarna makanan! Pembuatannya sendiri cukup rumit, karena kue ini dikukus secara bertahap untuk menambahkan setiap lapisan warna yang berbeda.